TUGAS INDIVIDU
MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM
MASA BANI UMAYYAH
Dosen Pengampu:
Duki , MA
![]() |
Oleh:
KELOMPOK 3
Fulanan Kholila (
12510207 )
JURUSAN
MANAJEMEN
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT. karena atas berkat
dan rahmat-Nya kami dapat menyusun makalah dengan judul “Sejarah Peradaban
Islam Pada Masa Bani Umayyah”. Tak lupa sholawat serta salam kami haturkan
kepada Nabi Besar Muhammad SAW. karena beliaulah yang membawa kita dari jaman
jahiliyah menuju jalan yang terang benderang yaitu Addinul Islam.
Penulis yakin bahwa penulisan makalah ini tidak akan
terwujud tanpa adanya bantuan dari semua pihak, maka penulis mengucapkan terima
kasih kepada Bapak Duki, MA selaku dosen pembimbing mata kuliah sejarah
peradaban islam yang telah membimbing kami dan teman-teman kami dalam proses
penulisan makalah ini, serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini
masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan kemampuan maka dengan segala
kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan penulisan makalah ini.
Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi pembaca umumnya dan penulis khususnya, baik untuk guru sebagai
bahan mengajar mahasiswa serta sebagai bahan pengetahuan.
Demikian yang dapat kami sampaikan, mohon maaf bila
terdapat kesalahan dalam kata-kata maupun penulisan makalah ini.
Malang,17 Oktober 2012
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar …………………………………………………………………… i
Daftar
isi ………………………………………………………………………….. ii
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang ………………………………………………………. 1
1.2 Rumusan
Masalah ……………………………………………………
1
1.3 Tujuan ……………………………………………………………….. 2
1.4 Manfaat ……………………………………………………………… 2
Bab II
Pembahasan
2.1 Berdirinya
Bani Umayyah …………………………………………… 3
2.2 Kemajuan Bani Umayyah …………………………………………….
4
2.3 Faktor-faktor
Keruntuhan Bani Umayyah …………………………… 7
2.4 Perbedaan antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin
dengan Masa
Bani Umayyah ……………………………………………...………... 8
Bab
III Penutup
3.1
Kesimpulan …………………………………………………………... 9
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………. 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Istilah
“Peradaban Islam” merupakan terjemahan dari Kata Arab al-Hadha-rah
al-Islamiyyah yang berarti Kebudayaan islam. Namun dalam Bahasa Arab istilah
Kebudayaan Islam adalah al-Tsaqofah. Di Indonesia sebagaimana juga di Arab dan
Barat masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata yaitu “kebudayaan”
(Arab/al-Tsaqofah dan culture/Inggris) dengn “peradaban” (civilization/Inggris
dan al-hadharah/Arab) sebagai istilah baku kebudayaan. Dalam perkembangan ilmu
antropologi sekarang, kedua istilah itu dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk
ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan Peradaban adalah
manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis. Kalau kebudayaan lebih
banyak direfleksikan dalam seni, sastra religi (agama), dan moral, maka
peradaban terefleksi dalam politik, ekonomi, dan teknologi.
Maju
mundurnya peradaban islam tergantung dari sejauh mana dinamika umat islam itu
sendiri. Dalam sejarah islam tercatat, bahwa salah satu dinamika umat islam itu
cirikan oleh kehadiran kerajaan-kerajaan islam diantaranya Umayyah dan
Abbasiyah, Umayyah dan Abbasiyah memiliki peradaban yang tinggi , diantraranya
memunculkailmuwan dan para pemikir muslim. Dari
beberapa keterangan diatas, penulis mencoba mengutarakan pendapatnya tentang
Islan Pada Masa Bni Umayyah. Dengan hasil dari makalah ini diharapkan dapat
memberikan pengetahuan bagi masyarakat khususnya mahasiswa sebagai bahan mata
kuliah Sejarah Peradaban Islam.
1.2 Rumusan
Masalah
Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas maka penulis
menuliskan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah yang ditulis penulis
adalah:
1.
Bagaimana awal
mula berdirinya Dinasti Umayyah?
2.
Bagaimana kemajuan pada masa Bani Umayyah?
3.
Bagaimana
faktor-faktor keruntuhan Dinasti Umayyah?
4.
Apa Perbedaan
antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin dengan Masa Bani Umayyah?
1.3 Tujuan
Tujuan penulis menyusun
makalah ini adalah:
1.
Untuk mengetahui
awal mula berdirinya Dinasti Umayyah
2.
Untuk mengetahui k emajuan pada dinasti Umayyah
3.
Untuk mengetahui
faktor-faktor keruntuhan Dinasti Umayyah
4.
Untuk mengetahui
Perbedaan antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin dengan Masa Bani Umayyah
1.4 Manfaat
Dari penulisan tersebut penulis berharap agar hasil penulisan ini
bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat terutama mahasiswa, diantaranya
manfaatnya adalah:
1.
Dapat mengetahui
awal mula berdirinya Dinasti Umayyah
2.
Dapat mengetahui
kemajuan pada masa Dinasti Umayyah
3.
Dapat mengetahui
faktor-faktor keruntuhan Dinasti Umayyah
4.
Dapat mengetahui
Perbedaan antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin dengan Masa Bani Umayyah
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Berdirinya Dinasti Umayyah
Nama
daulah Umayyah berasal dari nama Umayyah Ibn ‘Abdi Syams Ibn ‘Abdi Manaf, yaitu
salah seorang dari pemimpin kabilah Quraisy pada zaman jahiliyah. Bani
Umayyah baru masuk agama Islam setelah mereka tidak menemukan jalan lain selain
memasukinya, yaitu ketika Nabi Muhammad bersama beribu-ribu pengikutnya yang
benar-benar percaya terhadap kerasulan dan kepemimpinan beliau menyerbu masuk
ke dalam kota Makkah.
Memasuki tahun ke 40 H/660 M, banyak sekali pertikaian
politik dikalangan ummat Islam, puncaknya adalah ketika terbunuhnya Khalifah
Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam. Pembunuh tersebut disinyalir dari golongan
Khawarij yang merasa bahwa perpecahan ummat Islam adalah disebabkan oleh tiga
orang, yaitu: Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah, dan ‘Amr bin al ‘Ash. Setelah
khalifah terbunuh, kaum muslimin diwilayah Irak mengangkat al-Hasan putra
tertua Ali sebagai khalifah yang sah. Sementara itu Muawiyah sebagi gubernur
propinsi Suriah (Damaskus) juga menobatkan dirinya sebagai Khalifah
Namun karena Hasan ternyata lemah
sementara Mu’awiyah bin Abi Sufyan bertambah kuat, maka Hasan bin Ali membuat
perjanjian damai yang berisi:
1. Agar Muawiyah tidak menaruh dendam terhadap seorang pun dari penduduk Irak.
2. Agar pajak tanah negeri ahwaz diberikan kepada Hasan setiap tahun.
3. Muawiyah membayar kepada saudaranya Husein sebanyak 2 juta dirham.
4. Menjamin keamanan dan memaafkan kesalahan penduduk Irak.
5. Pemberian kepada bani Hasyim haruslah lebih banyak daripada bani Abdu Syam.
6. Jabatan sesudah khalifah sesudah Muawiyah harus diputuskan berdasarkan musyawarah diantara kaum Muslimin.
1. Agar Muawiyah tidak menaruh dendam terhadap seorang pun dari penduduk Irak.
2. Agar pajak tanah negeri ahwaz diberikan kepada Hasan setiap tahun.
3. Muawiyah membayar kepada saudaranya Husein sebanyak 2 juta dirham.
4. Menjamin keamanan dan memaafkan kesalahan penduduk Irak.
5. Pemberian kepada bani Hasyim haruslah lebih banyak daripada bani Abdu Syam.
6. Jabatan sesudah khalifah sesudah Muawiyah harus diputuskan berdasarkan musyawarah diantara kaum Muslimin.
Perjanjian
tersebut dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam satu kepemimpinan politik
dibawah pimpinan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Pada tahun 41 H (661 M) merupakan
tahun persatuan, yang dikenal dalam sejarah sebagai tahun jama’ah (‘Am al
Jama’ah).Sepeninggal Rasulullah, Bani Umayyah sesungguhnya telah menginginkan
jabatan penggati Rasul (Khalifah), tetapi mereka belum berani menampakkan
cita-citanya itu pada masa Abu Bakar dan Umar. Baru setelah Umar meninggal,
yang penggantinya diserahkan kepada hasil musyawarah enam orang sahabat, Bani
Umayyah menyongkong pencalonan Utsman secara terang-terangan, hingga akhirnya
Utsman terpilih. Sejak saat itu mulailah Bani Umayyah meletakan dasar-dasar
untuk menegakan Khalifah Umayyah. Pada masa pemerintahan Utsman inilah
Mu’awiyyah mencurahkan segala tenaganya untuk memperkuat dirinya, dan
menyiapkan daerah Syam (Syiria) sebagi pusat kekuasaanya di kemudian hari.
Dari nama Umayyah tersebut,
maka dinasti itu disebut Dinasti Umayyah. . Kekuasaan Bani Umayyah berumur
kurang lebih 90 tahun yang selama pemerintahannya telah terjadi pergantian
sebanyak 14 orang khalifah. Mereka adalah:
1. Muawiyah I bin Abu Sufyan, 41-61 H /
661-680 M
2. Yazid I bin Muawiyah, 61-64 H / 680-683 M
3. Muawiyah II bin Yazid, 64-65 H / 683-684 M
4. Marwan I bin al-Hakam, 65-66 H / 684-685 M
5. Abdul-Malik bin Marwan, 66-86 H / 685-705 M
6. Al-Walid I bin Abdul-Malik, 86-97 H / 705-715 M
7. Sulaiman bin Abdul-Malik, 97-99 H / 715-717 M
8. Umar II bin Abdul-Aziz, 99-102 H / 717-720 M
9. Yazid II bin Abdul-Malik, 102-106 H / 720-724 M
10. Hisyam bin Abdul-Malik, 106-126 H / 724-743 M
11. Al-Walid II bin Yazid II, 126-127 H / 743-744 M
12. Yazid III bin al-Walid, 127 H / 744 M
13. Ibrahim bin al-Walid, 127 H / 744 M
14. Marwan II bin Muhammad (memerintah di Harran, Jazira), 127-133 H / 744-750 M
2. Yazid I bin Muawiyah, 61-64 H / 680-683 M
3. Muawiyah II bin Yazid, 64-65 H / 683-684 M
4. Marwan I bin al-Hakam, 65-66 H / 684-685 M
5. Abdul-Malik bin Marwan, 66-86 H / 685-705 M
6. Al-Walid I bin Abdul-Malik, 86-97 H / 705-715 M
7. Sulaiman bin Abdul-Malik, 97-99 H / 715-717 M
8. Umar II bin Abdul-Aziz, 99-102 H / 717-720 M
9. Yazid II bin Abdul-Malik, 102-106 H / 720-724 M
10. Hisyam bin Abdul-Malik, 106-126 H / 724-743 M
11. Al-Walid II bin Yazid II, 126-127 H / 743-744 M
12. Yazid III bin al-Walid, 127 H / 744 M
13. Ibrahim bin al-Walid, 127 H / 744 M
14. Marwan II bin Muhammad (memerintah di Harran, Jazira), 127-133 H / 744-750 M
2.2 Masa kemajuan Bani Umayyah
Memasuki masa kekuasaan
muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani umayyah, pemerintahan yang bersifat
demokratis berubah menjadi monarchiheridetis
( kerajaan turun menurun ). Kekuasaan Bani Umayyah berumur kurang lebih 90
tahun. Ibu kota negara dipindah Muawiyah dari Madinah ke Damaskus tempat ia
berkuasa sebagai gubernur sebelumnya. Khalifah- khalifah besar dinasti Bani
Umayyah ini adalah Muawiyah ibn Abi Sufyan ( 661-680 M ), Abd Al- Malik ibn
Marwan ( 685-705 M ), Al- Walid ibn Abdul Malik ( 705-715 M ), Umar ibn Abd al-
Aziz ( 717-720 M ), dan Hasyim ibn Abd Al- Malik ( 724-743 M).
Di
zaman Muawiyah, Tunisia dapat ditaklukkan. Di sebelah timur, muawiyah dapat
menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul.
Ekspansi ke Timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah
Abd Al- Malik.Masa pemerintahan Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran, dan
ketertiban. Umat islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang
berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari
Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua eropa, yaitu pada tahun 711 M.
Setelah aljazairdan maroko dapat ditundukkan, Tariq bin Ziad memimpin pasukan
islam dengan pasunkannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Maroko
dengan benua eropa, dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan
nama Gibraltar ( Jabal Tariq ).
Pasukan
islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat
setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Dizaman Umar ibn
Abd Al- Aziz, Serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee.
Disamping ekspansi kekuatan islam, Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam
membangun diberbagai bidang.
Dinasti Umayyah disamping telah
sukses dalam ekspansi teritorialnya sebagaimana disebutkan sebelumnya, juga
telah sukses dalam berbagai bidang, diantaranya adalah:
1. Pemisahan
kekuasaan. Terjadi dikotomi antara kekuasaan agama dan kekuasaan politik.
2. Pembagian
wilayah. Wilayah kekuasaan terbagi dalam 10 provinsi, yaitu: Syiria dan
Palestina, Kuffah dan Irak, Basrah dan Persia, Sijistan, Khurasan, Bahrain,
Oman, Najd dan Yamamah, Arenia, Hijaz, Karman dan India, Egypt (Mesir),
Ifriqiyah (Afrika Utara), Yaman dan Arab selatan. Serta Andalusia.
3. Bidang
administrasi pemerintahan. Organisasi tata usaha negara terpecah menjadi bentuk
dewan. Departemen pajak dinamakan dengan Dewan al-Kharaj, departemen pos
dinamakan dengan dewan Rasail, departemen yang menangani berbagi kepentingan
umum dinamakan dengan dewan musghilat, departemen dokumen negara dinamakan
dengan dewan al Khatim.
4. Organisasi
keuangan. Masih terpusat pada baitul maal yang asetnya diperoleh dari pajak
tanah, perorangan bagi non muslim. Percetakan uang dilakukan pada khalifah
Abdul Malik bin Marwan.
5. Organisasi
ketentaraan. Umumnya orang Arab atau keturunan Arab yang boleh manjadi tentara.
6. Organisasi
kehakiman.
7. Bidang sosial
dan budaya.
8. Bidang seni dan
sastra. Pada masa khalifah Walid ibn Abdul Malik terjadi keseragaman bahasa,
semua bahasa daerah terutama dalam bidang administrasi diseragamkan dengan
menggunakan bahasa Arab.
9. Bidang seni
rupa. Yang berkembang adalah seni ukir dan pahat, terlihat pada kaligrafi
sebagai motifnya.
10. Bidang arsitektur.
Terlihat pada kubah Sakhra di Baitul Maqdis, yaitu kubah batu yang didirikan
pada masa khalifah Abdul Malik ibn Marwan pada tahun 691 M.
11. Bidang pendidikan : Pemerintah
memberikan dorongan kuat dalam memajukan pendidikan dengan menyediakan sarana dan prasarana. Hal
tersebut dilakukan agar para ilmuan, ulama’ dan seniman mau melakukan
pengembangan dalam ilmu yang didalaminya serta dapat melakukan kaderisasi
terhadap generasi setelahnya
Pada masa ini telah dilakukan penyempurnaan penulisan
al-Quran dengan memberikan baris dan titik pada huruf-hurufnya. Hal tersebut
dilakuakn pada masa pemerintahan Abd Malik Ibn Marwan yang menjadi khalifah antara
tahun 685-705M.
Pada masa Dinasti ini juga telah dilakukan pembukuan hadist tepatnya pada waktu pemerintahan khalifah Umar Ibn Abd Al-Aziz (99-10 H), mulai saat itu ilmu hadist berkembang dengan sangat pesat. Khalifah-khalifah dinasti Umayyah juga menaruh perhatian pada perkembangan ilmu-ilmu lain, seperti ilmu agama yang mencakup al-Qur’an, hadist, dan fikih.
Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah al Jurhumi telah berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.
Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa seperti nahwu, sharaf, dan lain-lain.
Pada masa Dinasti ini juga telah dilakukan pembukuan hadist tepatnya pada waktu pemerintahan khalifah Umar Ibn Abd Al-Aziz (99-10 H), mulai saat itu ilmu hadist berkembang dengan sangat pesat. Khalifah-khalifah dinasti Umayyah juga menaruh perhatian pada perkembangan ilmu-ilmu lain, seperti ilmu agama yang mencakup al-Qur’an, hadist, dan fikih.
Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah al Jurhumi telah berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.
Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa seperti nahwu, sharaf, dan lain-lain.
Bidang filsafat, yaitu segala ilmu yang pada umumnya berasal
dari bangsa asing, seperti ilmu mantik, kimia, astronomi, ilmu hitung dan ilmu
yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran.
Khalifah al-Walid mendirikan sekolah kedokteran, ia melarang para penderita kusta meminta-minta di jalan bahkan khalifah menyediakan dana khusus bagi para penderita kusta tersebut, pada masa ini sudah ada jaminan sosial bagi anak-anak yatim dan anak terlantar.
Khalifah al-Walid mendirikan sekolah kedokteran, ia melarang para penderita kusta meminta-minta di jalan bahkan khalifah menyediakan dana khusus bagi para penderita kusta tersebut, pada masa ini sudah ada jaminan sosial bagi anak-anak yatim dan anak terlantar.
2.3 Faktor – faktor Keruntuhan Dinasti Umayyah
Kekuasaan wilayah yang sangat
luas dalam waktu yang singkat tidak berbanding lurus dengan komunikasi yang baik,
menyebabkan kadang-kadang suatu wilayah situasi keamanan dan kejadian-kejadian
tidak segera diketahui oleh pusat. Akibat komunikasi yang buruk maka sulit
untuk mendeteksi gerak-gerik lawan politik Umayyah.
Selanjutnya adalah mengenai
lemahnya para khalifah. Di antara 14 khalifah dari Dinasti Umayyah hanya
beberapa khalifah yang cakap, kuat dan pandai mengendalikan Negara diantaranya
adalah Muawiyah, Abd Malik, al-Walid I, Sulaiman, Umar II dan Hisyam. Selain
yang disebut di atas mereka sangat lemah dan tidak mampu mengatur Negara bahkan
mereka terkurung di istana dengan hidup bersama gundik-gundik, minum-minuman
keras dan tenggelam dalam musik.
Pada tahun 750 M terjadi
perkuatan pada golongan oposisi. Daulat umayyah digulingkan Bani Abbas yang
bersekutu dengan Abu Muslim Al-khurasani. Marwan bin Muhammad, khalifah
terakhir Dinasti Umayyah, melarikan diri ke mesir, ditangkap dan dibunuh di
sana.
Ada beberapa faktor yang
menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya pada kehancuran.
Faktor-faktor itu antara lain adalah:
1.
Sistem
pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi
tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas.
Ketidakjelasan system pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan
yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
2.
Latar belakang
terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik
politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi’ah dan Khawarij terus menjadi
gerakan oposisi, baik secara terbuka, seperti di masa awal dan akhir maupun
secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah.
Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
3.
Pada masa
kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays)
dan Arabia Selatan (Bani kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum islam makin
runcing.
4.
Lemahnya
pemerintahan daulat Bani Umayyah jjuga disebabkan oleh sikap hidup mewah di
lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat
kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan.
5.
Penyebab
langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan
baru yang dipelopori oleh keturunan Al-Abbas ibn Abd Al-Mutholib. Gerakan ini
mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi’ah dan kaum Mawali
yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.
2.4 Perbedaan
antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin dengan Masa Bani Umayyah
Perbedaan
|
Khulafaur Rasidin
|
Bani Umayyah
|
1.
System Pemerintahan
|
•Musyawarah
|
•Otoriter
|
2.
Aturan
Pengangkatan
|
•Berdasarkan musyawarah, rakyat memilih dengan sukarela.
|
•Berdasarkan kekuatan pedang de facto (keturunan)
rakyat merasa terpaksa
|
3.
Cara
bertahan hidup
|
•Hidup di tengah-tengah rakyat, menerima kritik dan bebas
mengeluarkan pendapat
|
•Terdapat jarak antara rakyat dan pemerintah. Rakyat
takut untuk mengeluarkan pendapatnya
|
4.
Kondisi
Baitul Mal
|
•Merupakan amanat Allah dan kaum muslimin
|
•Menjadi milik penguasa dan keluarganya
|
5.
Kebebasan
mengeluarkan pendapat
|
•Kritikan, hardikan dari rakyat Kepada para penguasa
malah mendapat pujian dari penguasa tersebut
|
•Diibaratkan menutup hati nurani rakyat mengikat
lidah mereka kecuali untuk mengucapkan pujian pada penguasa
|
6.
Peradilan
|
•Hakim bebas dari segala tekanan dan ikatan kecuali
ketakwaan pada Allah, ilmu dan hati nurani.
|
•Hukum dibawah kendali para penguasa
|
7.
Budaya
kesukuan/Ashabiyah aaumiyah
|
•Sangat menghindari Ashabiyah aaumiyah
|
•Mulai muncul Ashabiyah aaumiyah
|
8.
Hukum
|
•Sangat menjunjung tinggi hokum ilahi dan tidak
pernah keluar dari aturan ilahi
|
•Mulai agak melonggarkan apa yang telah diatur
syari’at
|
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
1.
.Awal mulanya berdirinya dinasti Umayyah dari keturunan ibnu abdi Syams
ibnu Abdi Manaf .beliau adalah orang terkemuka dalam peradapan zaman jahiliyah
dengan pamanya Hasyim ibnu Abdi Manaf .Umayyah dan hasyim berebut pengaruh
social-politik karna ia merupakan yang kaya dan memiliki harta melimpah.
2.
Masa kemajuan Bani Umayyah terjadi pada pemerintahan Muawiyah ibnu Abi Sufyan
,Al-Walid ibnu Abdul Malik ,Umar ibnu abd al-Aziz ,Hasyim ibn Abd AL-Malik .
Kemajuan-kemajuan yang dicapai adalah dalam bidang-bidang Bidang pendidikan, Bidang arsitektur, Bidang seni rupa,
Bidang seni dan sastra, Bidang sosial dan budaya, Organisasi
kehakiman, Organisasi ketentaraan, Organisasi keuangan dan Bidang
administrasi pemerintahan
3.
faktor-faktor keruntuhan Dinasti Umayyah diantaranya :system pergantian
khalifah melalui garis keturunan,latar belakangan dinasti Umayyah tidak bisa
dipisahkan dari konflik politik dengan Ali, adanya pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani
Qays) dan Arabia Selatan (Bani kalb), sikap hidup mewah di lingkungan istana dan munculnya
kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan Al-Abbas ibn Abd Al-Mutholib.
4.
Perbedaan antarara Masa Pemerintahan Khulaufaurosidin dengan Masa Bani
Umayyah sangat menonjol jika khulafaurosidin lebih mementingkan akhirot Bani
Umayyah sebaliknya yang mementingkan dunia.dan sumber hukumnya tidak bersumber
dari al-quran.
DAFTAR PUSTAKA
Ø Karim, M.Abdul.2000.Sejarah Pemikiran & Peradaban Islam.Yogyakarta:Pustaka
Ø Bakar, Istianah Abu.2008.Sejarah Peradaban Islam.Malang:UIN Malang press
Ø Yatim, Dr.Badri.2008.Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II.Jakarta: Rajawali
press
Ø Abdurrahman, Dudung.2002.Sejarah Peradaban Islam.Yogyakarta:LESFI




Tidak ada komentar:
Posting Komentar