.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.

Kamis, 27 Desember 2012

SPI "Bani Umayyah"



TUGAS INDIVIDU
MAKALAH SEJARAH PERADABAN ISLAM
MASA BANI UMAYYAH
Dosen Pengampu:
Duki , MA



 








Oleh:
   KELOMPOK 3
Fulanan Kholila                      (  12510207  )

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2012

Kata Pengantar

                 Puji syukur kehadirat Allah SWT. karena atas berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyusun makalah dengan judul “Sejarah Peradaban Islam Pada Masa Bani Umayyah”. Tak lupa sholawat serta salam kami haturkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW. karena beliaulah yang membawa kita dari jaman jahiliyah menuju jalan yang terang benderang yaitu Addinul Islam.
                 Penulis yakin bahwa penulisan makalah ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dari semua pihak, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Duki, MA selaku dosen pembimbing mata kuliah sejarah peradaban islam yang telah membimbing kami dan teman-teman kami dalam proses penulisan makalah ini, serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini secara langsung maupun tidak langsung.
                 Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan kemampuan maka dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan makalah ini.
                 Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca umumnya dan penulis khususnya, baik untuk guru sebagai bahan mengajar mahasiswa serta sebagai bahan pengetahuan.
                 Demikian yang dapat kami sampaikan, mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam kata-kata maupun penulisan makalah ini.
Malang,17 Oktober 2012

Penulis



DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………………  i
Daftar isi …………………………………………………………………………..  ii
Bab I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang ……………………………………………………….   1
1.2  Rumusan Masalah ……………………………………………………   1
1.3  Tujuan ………………………………………………………………..   2
1.4  Manfaat ………………………………………………………………   2
Bab II Pembahasan
2.1  Berdirinya Bani Umayyah ……………………………………………  3
2.2  Kemajuan Bani Umayyah …………………………………………….  4
2.3  Faktor-faktor Keruntuhan Bani Umayyah ……………………………  7
2.4  Perbedaan antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin dengan Masa
Bani Umayyah ……………………………………………...………...  8
Bab III Penutup
3.1  Kesimpulan …………………………………………………………...  9
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………. 10








BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Istilah “Peradaban Islam” merupakan terjemahan dari Kata Arab al-Hadha-rah al-Islamiyyah yang berarti Kebudayaan islam. Namun dalam Bahasa Arab istilah Kebudayaan Islam adalah al-Tsaqofah. Di Indonesia sebagaimana juga di Arab dan Barat masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata yaitu “kebudayaan” (Arab/al-Tsaqofah dan culture/Inggris) dengn “peradaban” (civilization/Inggris dan al-hadharah/Arab) sebagai istilah baku kebudayaan. Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah itu dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan Peradaban adalah manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis. Kalau kebudayaan lebih banyak direfleksikan dalam seni, sastra religi (agama), dan moral, maka peradaban terefleksi dalam politik, ekonomi, dan teknologi.
Maju mundurnya peradaban islam tergantung dari sejauh mana dinamika umat islam itu sendiri. Dalam sejarah islam tercatat, bahwa salah satu dinamika umat islam itu cirikan oleh kehadiran kerajaan-kerajaan islam diantaranya Umayyah dan Abbasiyah, Umayyah dan Abbasiyah memiliki peradaban yang tinggi , diantraranya memunculkailmuwan dan para pemikir muslim. Dari beberapa keterangan diatas, penulis mencoba mengutarakan pendapatnya tentang Islan Pada Masa Bni Umayyah. Dengan hasil dari makalah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat khususnya mahasiswa sebagai bahan mata kuliah Sejarah Peradaban Islam.
1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas maka penulis menuliskan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah yang ditulis penulis adalah:
1.      Bagaimana awal mula berdirinya Dinasti Umayyah?
2.      Bagaimana kemajuan pada masa Bani Umayyah?
3.      Bagaimana faktor-faktor keruntuhan Dinasti Umayyah?
4.      Apa Perbedaan antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin dengan Masa Bani Umayyah?

1.3  Tujuan
Tujuan penulis menyusun makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui awal mula berdirinya Dinasti Umayyah
2.      Untuk mengetahui k emajuan pada dinasti Umayyah
3.      Untuk mengetahui faktor-faktor keruntuhan Dinasti Umayyah
4.      Untuk mengetahui Perbedaan antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin dengan Masa Bani Umayyah
1.4  Manfaat
Dari penulisan tersebut penulis berharap agar hasil penulisan ini bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat terutama mahasiswa, diantaranya manfaatnya adalah:
1.      Dapat mengetahui awal mula berdirinya Dinasti Umayyah
2.      Dapat mengetahui kemajuan pada masa Dinasti Umayyah
3.      Dapat mengetahui faktor-faktor keruntuhan Dinasti Umayyah
4.      Dapat mengetahui Perbedaan antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin dengan Masa Bani Umayyah

           






BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Berdirinya Dinasti Umayyah
            Nama daulah Umayyah berasal dari nama Umayyah Ibn ‘Abdi Syams Ibn ‘Abdi Manaf, yaitu salah seorang dari pemimpin kabilah Quraisy pada zaman jahiliyah.  Bani Umayyah baru masuk agama Islam setelah mereka tidak menemukan jalan lain selain memasukinya, yaitu ketika Nabi Muhammad bersama beribu-ribu pengikutnya yang benar-benar percaya terhadap kerasulan dan kepemimpinan beliau menyerbu masuk ke dalam kota Makkah.
Memasuki tahun ke 40 H/660 M, banyak sekali pertikaian politik dikalangan ummat Islam, puncaknya adalah ketika terbunuhnya Khalifah Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Muljam. Pembunuh tersebut disinyalir dari golongan Khawarij yang merasa bahwa perpecahan ummat Islam adalah disebabkan oleh tiga orang, yaitu: Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah, dan ‘Amr bin al ‘Ash. Setelah khalifah terbunuh, kaum muslimin diwilayah Irak mengangkat al-Hasan putra tertua Ali sebagai khalifah yang sah. Sementara itu Muawiyah sebagi gubernur propinsi Suriah (Damaskus) juga menobatkan dirinya sebagai Khalifah
Namun karena Hasan ternyata lemah sementara Mu’awiyah bin Abi Sufyan bertambah kuat, maka Hasan bin Ali membuat perjanjian damai yang berisi:
1.    Agar
Muawiyah tidak menaruh dendam terhadap seorang pun dari penduduk Irak.
2.    Agar pajak tanah negeri ahwaz diberikan kepada Hasan setiap tahun.
3.    Muawiyah membayar kepada saudaranya Husein sebanyak 2 juta dirham.
4.    Menjamin keamanan dan memaafkan kesalahan penduduk Irak.
5.    Pemberian kepada bani Hasyim haruslah lebih banyak daripada  bani Abdu Syam.
6.    Jabatan sesudah khalifah sesudah Muawiyah harus diputuskan berdasarkan musyawarah diantara kaum Muslimin.
            Perjanjian tersebut dapat mempersatukan umat Islam kembali dalam satu kepemimpinan politik dibawah pimpinan Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Pada tahun 41 H (661 M) merupakan tahun persatuan, yang dikenal dalam sejarah sebagai tahun jama’ah (‘Am al Jama’ah).Sepeninggal Rasulullah, Bani Umayyah sesungguhnya telah menginginkan jabatan penggati Rasul (Khalifah), tetapi mereka belum berani menampakkan cita-citanya itu pada masa Abu Bakar dan Umar. Baru setelah Umar meninggal, yang penggantinya diserahkan kepada hasil musyawarah enam orang sahabat, Bani Umayyah menyongkong pencalonan Utsman secara terang-terangan, hingga akhirnya Utsman terpilih. Sejak saat itu mulailah Bani Umayyah meletakan dasar-dasar untuk menegakan Khalifah Umayyah. Pada masa pemerintahan Utsman inilah Mu’awiyyah mencurahkan segala tenaganya untuk memperkuat dirinya, dan menyiapkan daerah Syam (Syiria) sebagi pusat kekuasaanya di kemudian hari.
                   Dari nama Umayyah tersebut, maka dinasti itu disebut Dinasti Umayyah. . Kekuasaan Bani Umayyah berumur kurang lebih 90 tahun yang selama pemerintahannya telah terjadi pergantian sebanyak 14 orang khalifah. Mereka adalah:
1.    Muawiyah I bin Abu Sufyan, 41-61 H / 661-680 M
2.    Yazid I bin Muawiyah, 61-64 H / 680-683 M
3.    Muawiyah II bin Yazid, 64-65 H / 683-684 M
4.    Marwan I bin al-Hakam, 65-66 H / 684-685 M
5.    Abdul-Malik bin Marwan, 66-86 H / 685-705 M
6.    Al-Walid I bin Abdul-Malik, 86-97 H / 705-715 M
7.    Sulaiman bin Abdul-Malik, 97-99 H / 715-717 M
8.    Umar II bin Abdul-Aziz, 99-102 H / 717-720 M
9.    Yazid II bin Abdul-Malik, 102-106 H / 720-724 M
10.    Hisyam bin Abdul-Malik, 106-126 H / 724-743 M
11.    Al-Walid II bin Yazid II, 126-127 H / 743-744 M
12.    Yazid III bin al-Walid, 127 H / 744 M
13.    Ibrahim bin al-Walid, 127 H / 744 M
14.    Marwan II bin Muhammad (memerintah di Harran, Jazira), 127-133 H / 744-750 M
2.2 Masa kemajuan Bani Umayyah
Memasuki masa kekuasaan muawiyah yang menjadi awal kekuasaan Bani umayyah, pemerintahan yang bersifat demokratis berubah menjadi monarchiheridetis ( kerajaan turun menurun ). Kekuasaan Bani Umayyah berumur kurang lebih 90 tahun. Ibu kota negara dipindah Muawiyah dari Madinah ke Damaskus tempat ia berkuasa sebagai gubernur sebelumnya. Khalifah- khalifah besar dinasti Bani Umayyah ini adalah Muawiyah ibn Abi Sufyan ( 661-680 M ), Abd Al- Malik ibn Marwan ( 685-705 M ), Al- Walid ibn Abdul Malik ( 705-715 M ), Umar ibn Abd al- Aziz ( 717-720 M ), dan Hasyim ibn Abd Al- Malik ( 724-743 M).
            Di zaman Muawiyah, Tunisia dapat ditaklukkan. Di sebelah timur, muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Ekspansi ke Timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd Al- Malik.Masa pemerintahan Walid adalah masa ketenteraman, kemakmuran, dan ketertiban. Umat islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua eropa, yaitu pada tahun 711 M. Setelah aljazairdan maroko dapat ditundukkan, Tariq bin Ziad memimpin pasukan islam dengan pasunkannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan benua eropa, dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar ( Jabal Tariq ).
            Pasukan islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Dizaman Umar ibn Abd Al- Aziz, Serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Disamping ekspansi kekuatan islam, Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam membangun diberbagai bidang.
Dinasti Umayyah disamping telah sukses dalam ekspansi teritorialnya sebagaimana disebutkan sebelumnya, juga telah sukses dalam berbagai bidang, diantaranya adalah:

1.    Pemisahan kekuasaan. Terjadi dikotomi antara kekuasaan agama dan kekuasaan politik.
2.    Pembagian wilayah. Wilayah kekuasaan terbagi dalam 10 provinsi, yaitu: Syiria dan Palestina, Kuffah dan Irak, Basrah dan Persia, Sijistan, Khurasan, Bahrain, Oman, Najd dan Yamamah, Arenia, Hijaz, Karman dan India, Egypt (Mesir), Ifriqiyah (Afrika Utara), Yaman dan Arab selatan. Serta Andalusia.
3.    Bidang administrasi pemerintahan. Organisasi tata usaha negara terpecah menjadi bentuk dewan. Departemen pajak dinamakan dengan Dewan al-Kharaj, departemen pos dinamakan dengan dewan Rasail, departemen yang menangani berbagi kepentingan umum dinamakan dengan dewan musghilat, departemen dokumen negara dinamakan dengan dewan al Khatim.
4.    Organisasi keuangan. Masih terpusat pada baitul maal yang asetnya diperoleh dari pajak tanah, perorangan bagi non muslim. Percetakan uang dilakukan pada khalifah Abdul Malik bin Marwan.
5.    Organisasi ketentaraan. Umumnya orang Arab atau keturunan Arab yang boleh manjadi tentara.
6.    Organisasi kehakiman.
7.    Bidang sosial dan budaya.
8.   Bidang seni dan sastra. Pada masa khalifah Walid ibn Abdul Malik terjadi keseragaman bahasa, semua bahasa daerah terutama dalam bidang administrasi diseragamkan dengan menggunakan bahasa Arab.
9.    Bidang seni rupa. Yang berkembang adalah seni ukir dan pahat, terlihat pada kaligrafi sebagai motifnya.
10.  Bidang arsitektur. Terlihat pada kubah Sakhra di Baitul Maqdis, yaitu kubah batu yang didirikan pada masa khalifah Abdul Malik ibn Marwan pada tahun 691 M.
11. Bidang pendidikan : Pemerintah memberikan dorongan kuat dalam memajukan   pendidikan dengan menyediakan sarana dan prasarana. Hal tersebut dilakukan agar para ilmuan, ulama’ dan seniman mau melakukan pengembangan dalam ilmu yang didalaminya serta dapat melakukan kaderisasi terhadap generasi setelahnya
Pada masa ini telah dilakukan penyempurnaan penulisan al-Quran dengan memberikan baris dan titik pada huruf-hurufnya. Hal tersebut dilakuakn pada masa pemerintahan Abd Malik Ibn Marwan yang menjadi khalifah antara tahun 685-705M.
Pada masa Dinasti ini juga telah dilakukan pembukuan hadist tepatnya pada waktu pemerintahan khalifah Umar Ibn Abd Al-Aziz (99-10 H), mulai saat itu ilmu hadist berkembang dengan sangat pesat. Khalifah-khalifah dinasti Umayyah juga menaruh perhatian pada perkembangan ilmu-ilmu lain, seperti ilmu agama yang mencakup al-Qur’an, hadist, dan fikih.
Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah al Jurhumi telah berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.
Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa seperti nahwu, sharaf, dan lain-lain.
Bidang filsafat, yaitu segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantik, kimia, astronomi, ilmu hitung dan ilmu yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran.
            Khalifah al-Walid mendirikan sekolah kedokteran, ia melarang para penderita kusta meminta-minta di jalan bahkan khalifah menyediakan dana khusus bagi para penderita kusta tersebut, pada masa ini sudah ada jaminan sosial bagi anak-anak yatim dan anak terlantar.
2.3 Faktor – faktor Keruntuhan Dinasti Umayyah
                   Kekuasaan wilayah yang sangat luas dalam waktu yang singkat tidak berbanding lurus dengan komunikasi yang baik, menyebabkan kadang-kadang suatu wilayah situasi keamanan dan kejadian-kejadian tidak segera diketahui oleh pusat. Akibat komunikasi yang buruk maka sulit untuk mendeteksi gerak-gerik lawan politik Umayyah.
                   Selanjutnya adalah mengenai lemahnya para khalifah. Di antara 14 khalifah dari Dinasti Umayyah hanya beberapa khalifah yang cakap, kuat dan pandai mengendalikan Negara diantaranya adalah Muawiyah, Abd Malik, al-Walid I, Sulaiman, Umar II dan Hisyam. Selain yang disebut di atas mereka sangat lemah dan tidak mampu mengatur Negara bahkan mereka terkurung di istana dengan hidup bersama gundik-gundik, minum-minuman keras dan tenggelam dalam musik.
                   Pada tahun 750 M terjadi perkuatan pada golongan oposisi. Daulat umayyah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim Al-khurasani. Marwan bin Muhammad, khalifah terakhir Dinasti Umayyah, melarikan diri ke mesir, ditangkap dan dibunuh di sana.
                   Ada beberapa faktor yang menyebabkan dinasti Bani Umayyah lemah dan membawanya pada kehancuran. Faktor-faktor itu antara lain adalah:
1.      Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidakjelasan system pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
2.      Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi’ah dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka, seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.
3.      Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum islam makin runcing.
4.      Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah jjuga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan.
5.      Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan Al-Abbas ibn Abd Al-Mutholib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan golongan Syi’ah dan kaum Mawali yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.
2.4  Perbedaan antara Masa Pemerintahan Khulafaur Rasidin dengan Masa Bani Umayyah
Perbedaan
Khulafaur Rasidin
Bani Umayyah
1.      System Pemerintahan
•Musyawarah
•Otoriter
2.      Aturan Pengangkatan
•Berdasarkan musyawarah,      rakyat memilih dengan sukarela.
•Berdasarkan kekuatan pedang de facto (keturunan) rakyat merasa terpaksa
3.      Cara bertahan hidup
•Hidup di tengah-tengah  rakyat, menerima kritik dan bebas mengeluarkan pendapat
•Terdapat jarak antara rakyat dan pemerintah. Rakyat takut untuk mengeluarkan pendapatnya
4.      Kondisi Baitul Mal
•Merupakan amanat Allah dan kaum muslimin
•Menjadi milik penguasa dan keluarganya
5.      Kebebasan mengeluarkan pendapat
•Kritikan, hardikan dari rakyat Kepada para penguasa malah mendapat pujian dari penguasa tersebut
•Diibaratkan menutup hati nurani rakyat mengikat lidah mereka kecuali untuk mengucapkan pujian pada penguasa
6.      Peradilan
•Hakim bebas dari segala tekanan dan ikatan kecuali ketakwaan pada Allah, ilmu dan hati nurani.
•Hukum dibawah kendali para penguasa
7.      Budaya kesukuan/Ashabiyah aaumiyah
•Sangat menghindari Ashabiyah aaumiyah
•Mulai muncul Ashabiyah aaumiyah
8.      Hukum
•Sangat menjunjung tinggi hokum ilahi dan tidak pernah keluar dari aturan ilahi
•Mulai agak melonggarkan apa yang telah diatur syari’at




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.      .Awal mulanya berdirinya dinasti Umayyah dari keturunan ibnu abdi Syams ibnu Abdi Manaf .beliau adalah orang terkemuka dalam peradapan zaman jahiliyah dengan pamanya Hasyim ibnu Abdi Manaf .Umayyah dan hasyim berebut pengaruh social-politik karna ia merupakan yang kaya dan memiliki harta melimpah.
2.      Masa kemajuan Bani Umayyah terjadi pada pemerintahan Muawiyah ibnu Abi Sufyan ,Al-Walid ibnu Abdul Malik ,Umar ibnu abd al-Aziz ,Hasyim ibn Abd AL-Malik . Kemajuan-kemajuan yang dicapai adalah dalam bidang-bidang Bidang pendidikan, Bidang arsitektur, Bidang seni rupa, Bidang seni dan sastra, Bidang sosial dan budaya, Organisasi kehakiman, Organisasi ketentaraan, Organisasi keuangan dan Bidang administrasi pemerintahan
3.      faktor-faktor keruntuhan Dinasti Umayyah diantaranya :system pergantian khalifah melalui garis keturunan,latar belakangan dinasti Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik politik dengan Ali, adanya pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani kalb), sikap hidup mewah di lingkungan istana dan munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan Al-Abbas ibn Abd Al-Mutholib.
4.      Perbedaan antarara Masa Pemerintahan Khulaufaurosidin dengan Masa Bani Umayyah sangat menonjol jika khulafaurosidin lebih mementingkan akhirot Bani Umayyah sebaliknya yang mementingkan dunia.dan sumber hukumnya tidak bersumber dari al-quran.




DAFTAR PUSTAKA
Ø  Karim, M.Abdul.2000.Sejarah Pemikiran & Peradaban Islam.Yogyakarta:Pustaka
Ø  Bakar, Istianah Abu.2008.Sejarah Peradaban Islam.Malang:UIN Malang press
Ø  Yatim, Dr.Badri.2008.Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II.Jakarta: Rajawali press
Ø  Abdurrahman, Dudung.2002.Sejarah Peradaban Islam.Yogyakarta:LESFI




Tidak ada komentar:

Posting Komentar